Samudra dan Busana dalam Oceanista

Samudra dan Busana dalam Oceanista

Scheepvaartmuseum (museum maritim) di Amsterdam sampai April 2026 menyelenggarakan pameran busana yang menyandang nama Oceanista. Pameran ini menjelaskan pada pengunjung adanya hubungan antara samudra dan busana.

Dari matros hingga adibusana

Jika mendengar nama Madonna, kebanyakan orang mengenal nama itu dan ingat ratu pop termasyhur yang mengguncang dunia dengan berbusana korset bra kerucut. Yang kurang dikenal orang adalah bahwa korset punya hubungan dengan laut. Korset awalnya dibuat sebagai pakaian dalam pelangsing tubuh dan pengencangnya dibuat dari jenggot ikan paus. Meski disebut ikan, satwa ini adalah binatang menyusui atau mamalia yang bernafas dengan paru-paru. Pengencang korset yang melilit tubuh harus kuat tetapi lentur, jenggot ikan paus memenuhi syarat ini. Hingga abad ke-20, rambut di sekitar moncong ikan paus ini digunakan juga sebagai pengencang kutang, penunjang rok lebar, dan kerah kemeja mewah.

Perancang korset ikonis Madonna itu adalah Jean Paul Gaultier (1952), sebuah nama besar dalam dunia adibusana. Kekhasan Gaultier adalah berani melawan arus; ialah perancang adibusana putih garis-garis biru koleksi musim semi 1983 yang dihadirkan pada pameran Oceanista. Corak biru putih ini, sedianya adalah pakaian nelayan di Bretagne, Prancis. Kemeja putih garis-garis biru disebut marinière. Sejak 1858, kemeja ini menjadi seragam kelasi kapal atau matros Prancis. Seragam serupa itu kemudian juga ditiru negara-negara lain. Putih garis-garis biru ini sering kembali dalam desain Gaultier.

Jauh sebelumnya, seragam awak kapal ini juga mengilhami Coco Chanel (1883-1971), nama sebenarnya adalah Gabrielle Chanel. Dia disebut juga ‘ratunya dunia mode’ dan dialah yang pertama kali memperkenalkan gaun santai, sportif namun tetap elegan. Ciptaannya antara lain pakaian bersantai putih garis-garis biru, di awal abad ke-20, corak ini juga tampak sebagai baju renang dan baju pantai. Kreativitas Chanel tidak berhenti sebatas pakaian, dia mendesain perhiasan, tas dan juga sepatu. Simpul tali kapal bisa menggelitiknya membuat sepatu tumit tinggi. Dan yang dikenal banyak orang adalah parfum Chanel Nº 5.

Kaos putih bergaris-garis biru horizontal hingga sekarang sangat banyak penggemarnya, terutama di kalangan seniman. Ternyata bukan hanya seniman yang gemar corak ini, bisa jadi Anda juga punya kaos seperti nelayan Prancis dan kelasi kapal. Kelasi atau matros bukanlah profesi yang dikagumi, tidak banyak orang tua mengidamkan anaknya kelak menjadi matros. Meski demikian, seragamnya sangat membuat bocah cilik tampak gagah menggemaskan. Sekitar tahun 1900-an, baju matros untuk anak-anak menjadi populer. Corak ini dibuat dalam berbagai kombinasi warna dan dijual baik di toko mahal sampai dengan di pasar.

Perancang Thom Browne mempertanyakan citra yang ingin disampaikan dengan seragam angkatan laut. (Sumber: Cor Perrier)
Perancang Thom Browne mempertanyakan citra yang ingin disampaikan dengan seragam angkatan laut. (Sumber: Cor Perrier)

Busana sebagai sarana komunikasi

Rumah mode Balmain di Paris memperkenalkan jas mirip seragam perwira Angkatan Laut dengan kancing dua deret. Artis-artis kondang Jimi Hendrix, Michael Jackson dan Freddie Mercury saat manggung sering mengenakan variasi jas semacam ini dengan variasi sulaman benang emas atau hiasan lain. Busana bukan sekadar penutup tubuh, melainkan juga adalah sarana komunikasi; pakaian yang kita kenakan bisa membawa pesan. Thom Browne perancang mode dari Amerika Serikat mempertanyakan, citra apa yang ingin disampaikan dengan seragam angkatan laut, dan bagaimana jika kita terapkan isu gender pada seragam itu?

Scheepvaartmuseum dengan bangganya memamerkan gaun Hydromedusa* dari perancang Belanda Iris van Herpen (1984). Gaun elok ini merupakan bagian dari koleksi Sensory Seas dan ilhamnya datang dari gerakan ubur-ubur yang menyerupai tarian. Iris van Herpen dikenal sebagai perancang mode yang menggunakan teknologi mutakhir. Sebagai perancang muda, ia menegaskan bahwa dunia mode punya kewajiban: membuat busana harus mengutamakan kelestarian alam.

Pada pameran Oceanista, pengunjung juga diajak berpikir kritis mengenai perilaku kita sebagai konsumen. Sebelum sehelai baju sampai ke tangan pembeli, ia telah menempuh perjalanan jauh. Diproduksi di negara dengan upah rendah, bahan dasarnya datang dari perkebunan kapas yang dikerjakan buruh dengan upah rendah pula. Perkebunan kapas berdampak negatif terhadap lingkungan hidup karena penggunaan insektisida, pestisida, dan tumbuhan kapas itu rakus air.

Industri busana berkelanjutan

Bukan hanya pakaian para nelayan dan awak kapal yang memengaruhi perkembangan busana. Di abad ke-17 dan ke-18, kapal-kapal VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dan WIC (West-Indische Compagnie) selain membawa rempah-rempah juga membawa katun dan sutra ke Belanda. Tekstil merupakan cabang perdagangan penting dalam sistem kolonial. Perkebunan-perkebunan kapas dikerjakan oleh orang-orang yang diperbudak. Hingga sekarang, banyak pakaian jadi didatangkan dari negara-negara dengan upah rendah dan kondisi kerja yang buruk. Oleh karena itu, industri pakaian sudah sejak lama sering dikecam. Lagi pula menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, sektor ini adalah penyebab utama kerusakan lingkungan.

Ambruknya pabrik pakaian Rana Plaza di Bangladesh pada 2013 yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan ribuan lainnya luka-luka mengejutkan dunia. Sebulan kemudian dibuat perjanjian internasional untuk memperbaiki keamanan para pekerja di pabrik-pabrik pakaian jadi. Industri pakaian harus bekerja secara etis, tanpa mengorbankan manusia, dan harus ramah lingkungan.

Kombinasi berbusana cantik dan sadar lingkungan adalah sebuah tantangan yang sungguh menarik. Hal ini dilakukan oleh perancang mode dan aktivis Sara Dubbeldam. Pada pameran Oceanista, ia mempromosikan pakaian yang dibuat secara berkelanjutan dan memberi banyak gagasan mendaur ulang pakaian-pakaian bekas menjadi kreasi baru. Di sana dipamerkan pula pakaian-pakaian unik yang terbuat dari bahan seprei bekas dari hotel-hotel, karya perancang-perancang muda di Belanda.

Teman busana indah adalah perhiasan dan banyak perhiasan dapat dibuat dari kekayaan yang terdapat di laut. Misalnya kalung mutiara dan kalung koral merah. Tidak kalah indahnya adalah kalung dari cangkang kerang. Bagi insan-insan kreatif yang sadar lingkungan, sampah di laut sekalipun bisa jadi perhiasan. Contohnya adalah kalung yang terbuat dari sampah plastik.

 

*Medusa adalah sosok dalam mitologi Yunani. Putri dewa laut ini yang awalnya cantik jelita, tetapi terkena kutukan Dewi Athena sehingga helai-helai rambutnya berubah menjadi ular-ular menggeliat.

Posts Releases

1 2 3 4 5 6