Belanda menyiagakan penduduknya

Belanda menyiagakan penduduknya

Jika kita harus memilih, mengutamakan kesehatan atau mengutamakan pertahanan? Itulah salah satu butir pembicaraan dalam formasi kabinet baru Belanda.

Pertahanan Belanda

Partai liberal sosial D66 di bawah Rob Jetten yang adalah pemenang pemilihan umum Oktober lalu, ingin mengamankan anggaran kesehatan. Sementara partai liberal kanan VVD di bawah Dilan Yesilgöz hendak menghemat anggaran kesehatan dan mengalihkannya ke pertahanan. Pada KTT negara-negara pakta pertahanan NATO bulan Juni 2024 ditetapkan negara-negara anggota harus meningkatkan anggaran pertahanannya hingga 5% dari APBN.

Keputusan ini diambil karena perang di Ukraina menyadarkan negara-negara Uni Eropa bahwa selama ini terlalu bersandar pada Amerika Serikat dalam hal pertahanan. Ukraina dipandang sebagai garda depan membendung Rusia, oleh karena itu negara tersebut mendapat banyak dukungan, baik persenjataan maupun finansial dari Uni Eropa. Banyak kalangan di Uni Eropa melihat Rusia bukan saja agresor di Ukraina, melainkan juga membahayakan negara-negara lain.

Belakangan negara-negara Eropa telah mengalami sabotase, misalnya pengrusakan kabel telekomunikasi Finlandia di Laut Utara oleh sebuah tanker minyak. September lalu sejumlah drone memasuki wilayah udara dekat bandara di Polandia, Norwegia, Denmark, Belanda dan juga Jerman. Ada dugaan dalang insiden-insiden ini adalah Rusia, dan sabotase juga berupa penyebaran berita-berita bohong.

Keamanan dan stabilitas Belanda boleh disebut rentan, ancaman bisa datang sekonyong-konyong. Oleh karena itu Belanda meningkatkan anggaran dan  mencanangkan rencana menambah jumlah personel kementerian pertahanan dari sekitar 79.000 saat ini menjadi 100.000 pada tahun 2030. Bahkan di tahun-tahun berikutnya akan ditingkatkan menjadi 200.000.

Noodpakket Scaled (Sumber Foto: Cor Perrier)
Noodpakket Scaled (Sumber Foto: Cor Perrier)

Meningkatkan kewaspadaan penduduk

Bereid je voor op een noodsituatie [Siapkan dirimu menghadapi keadaan darurat], itulah judul buklet atau selebaran dengan lambang negara kerajaan Belanda, dua singa memegang panji. Buklet berisi petunjuk dan saran menyiapkan diri menghadapi keadaan darurat ini dibagikan ke semua alamat di Belanda. Buklet ini juga diterbitkan dalam bahasa-bahasa: Inggris, Jerman, Prancis, Polandia, Spanyol. Turki, Mandarin dan Arab.

Keadaan darurat bisa melumpuhkan kegiatan keseharian, misalnya jika tiba-tiba listrik mati, jika terjadi serangan digital atau banjir. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk di buklet itu penduduk diharapkan bisa bertahan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum datang bantuan.

Patokan 3 hari itu adalah karena dalam kondisi mendesak, sulit meramalkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk memberi bantuan. Sebagai contoh: apa yang terjadi jika listrik mati, maka bukan hanya lampu padam, lemari es mati, makanan di dalamnya membusuk dan juga tidak bisa belanja karena tempat pembayaran di toko tidak berfungsi. Lalu mengambil uang pun gagal karena ATM mati.

Bagi mereka yang tinggal di kompleks perumahan susun, mati listrik berarti lift pun tidak berfungsi. Lalu bagaimana ke luar rumah jika tinggal di lantai 15 misalnya?  Buklet ini bisa menjadi pedoman menyiapkan diri menghadapi keadaan darurat.

Tiga langkah yang perlu dilakukan; pertama menyiapkan paket darurat, kedua menyiapkan rencana darurat dan ketiga membicarakan hal ini dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman.

Menyiapkan paket darurat tidak perlu sekaligus lengkap, namun mulailah hari ini juga, begitu sarannya. Isi paket darurat antara lain, air 3 liter per orang per hari, makanan dalam kaleng atau makanan awet, persediaan susu jika punya balita, baterai, powerbank, lilin, lampu senter, selimut, dan lain-lain.

Siapkan pula uang tunai, untuk orang dewasa €70,- untuk anak-anak €30,-. Jangan lupa siapkan radio transistor, karena ini adalah sumber informasi dalam keadaan darurat. Jika negara berada dalam keadaan darurat maka Lembaga Penyiaran Publik Belanda segera menjadi lembaga penyiaran darurat. Periksalah tiap 6 bulan apakah semua masih baik dan simpanlah paket di tempat yang mudah dijangkau.

Siapkan rencana darurat dengan membicarakan hal ini dengan keluarga dan buatlah perjanjian yang jelas. Misalnya dalam keadaan darurat, telepon tidak berfungsi, orang tua sedang di kantor siapa yang menjemput anak-anak dari sekolah. Jika ada anggota keluarga cacat, atau jika ada yang membutuhkan perawatan medis tentukan pula siapa yang akan mengayominya.

Bicarakan juga persiapan keadaan darurat dengan teman-teman atau tetangga dan siaplah untuk saling membantu. Berbagi kekhawatiran, dan mengetahui bahwa ada yang bersedia membantu akan bisa menenangkan. 

Sekali sebulan, pada Senin pertama tepat pukul 12 siang di seluruh Belanda terdengar raungan sirene selama 1 menit 26 detik. Ini untuk menguji apakah sistem alarm masih berfungsi dengan baik. Jika raungan ini terdengar di saat lain dan diulang-ulang maka berarti ada bahaya.

Jika sirene berbunyi, dan kita sedang berada di luar segeralah masuk ke rumah, tutup jendela dan pintu. Jika sedang berada di jalan masuklah ke gedung terdekat. Ikuti informasi dan petunjuk yang diberikan melalui radio.

Buklet ini adalah petunjuk bagi penduduk, namun pemerintah Belanda juga siap menghadapi berbagai jenis keadaan darurat, yang terparah adalah darurat perang. Namun ada beberapa lainnya yang juga bisa terjadi seperti listrik padam, serangan-serangan cyber, banjir atau air minum tercemar. Untuk itu berbagai dinas pemberi bantuan secara teratur mengadakan latihan gabungan.

Peribahasa Belanda mengatakan: ‘een gewaarschuwd mens telt voor twee’  seseorang yang waspada akan mampu menghindari masalah atau mampu mengambil keputusan yang tepat untuk memecahkan masalah.

Posts Releases

1 2 3 4 5