Media Belanda sebagai Industri dan Tujuan Wisata

, ,

Media Belanda sebagai Industri dan Tujuan Wisata

Hillywood adalah nama kereta listrik yang disediakan bagi pengunjung untuk berkeliling Media Park di Hilversum.

Hillywood adalah nama kereta listrik yang disediakan bagi pengunjung untuk berkeliling Media Park di Hilversum. Pengunjung juga diperbolehkan masuk ke studio-studio radio dan televisi, bahkan bisa menghadiri sebuah siaran. Kompleks studio ini adalah salah satu tujuan wisata di kota Hilversum, yang terletak di provinsi Noord Holland. Hilversum dulunya hanya sebuah desa, namun tumbuh menjadi pusat media elektronik Belanda sehingga dijuluki mediastad [kota media].

Media Park di Hilversum adalah area seluas hampir 7,5 hektar yang merupakan kumpulan studio dan kantor berbagai organisasi penyiaran publik dan komersial. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pusat media elektronik ini adalah industri penting untuk kota Hilversum dengan jumlah penduduk hampir 95.000 jiwa. Tiap harinya, sekitar 6.000 orang bekerja di sekitar 200 perusahaan media yang terkumpul di Media Park.

Jika dihitung jumlah seluruhnya -yang bekerja langsung maupun tidak langsung untuk media- mencapai 10.000 karyawan. Di antaranya, 6.000 bekerja langsung di media. Pemirsa televisi dan pendengar radio mengenal wajah dan nama mereka yang tampil di televisi dan menyiar di radio, tetapi jumlah yang bekerja di belakang layar dan di bagian teknik jauh lebih banyak. Belum lagi yang bekerja di bagian dekorasi, transportasi, fasilitas, dan katering.

Lingkungan kerja di sini cukup asri; di antara bangunan-bangunan studio dan kantor terdapat taman hijau yang memberi ketenangan. Layaknya media yang aktif 24 jam, terdapat pula kedai makan dan minum. 

Kegiatan di taman media ini adalah memproduksi acara-acara untuk ditayangkan melalui radio dan televisi. Organisasi-organisasi penyiaran publik banyak membuat informasi aktual yang dibutuhkan publik luas. Inilah tugas utama penyiaran publik, karena dibiayai oleh pajak penduduk Belanda. Selain itu, mereka juga membuat film, acara hiburan, dan acara yang bersifat inspiratif. Selain organisasi penyiaran publik seperti BNNVara, VPRO, NTR dan Max, terdapat juga studio penyiaran komersial seperti RTL Nederland dan Ziggo Sport.

Selain studio-studio radio dan televisi yang sepanjang tahun beraktivitas on-air dan off-air, terdapat pula gedung Beeld & Geluid yang selesai dibangun pada 2006. Beeld & Geluid merupakan bangunan mencolok yang terletak di sudut gerbang utama Media Park. Arsitektur gedung ini menarik; bentuknya adalah kubus yang menjulang ke atas 26 meter dan ke bawah tanah 16 meter. Dari luar, gedung ini menarik karena kaca dinding-dinding luarnya dihias ratusan abstraksi gambar dari koleksi Beeld & Geluid.

Begitu masuk ke dalam gedung, terlihat lantai-lantai bawah tanah -tempat penyimpanan arsip audiovisual yang berhubungan dengan radio dan televisi Belanda. Sebanyak 70% dari warisan audiovisual Belanda terdapat di sini. Di atas tanah terdapat ruang-ruang pameran yang antara lain memperlihatkan berbagai dekor yang pernah digunakan dalam acara televisi. Di ruang-ruang lainnya, pengunjung juga bisa berkenalan dengan cara dan teknologi pembuatan acara televisi dan radio.

Karena sifatnya interaktif, tempat ini sangat menarik untuk anak-anak dan remaja. Pengunjung bisa membuat siaran berita sendiri dan kemudian mempresentasikannya di televisi, atau menceritakan pengaruh media dalam kehidupan mereka. Tempat ini juga mempunyai tujuan edukatif, misalnya mengadakan lokakarya untuk belajar membedakan berita yang benar dan berita bohong (hoaks). Beeld & Geluid setiap tahunnya menarik sekitar 240.000 pengunjung.

Tiap akhir bulan Desember di Media Park diselenggarakan acara khusus untuk para penggemar musik dengan kehadiran artis-artis terkenal, dan acara ini berlangsung hingga pergantian tahun. Pada musim panas dilangsungkan berbagai acara khusus bagi para pencinta olahraga seperti balap sepeda Tour de France.

Salah satu sudut gerbang masuk Media Park (foto Dayinta Perrier)
Salah satu sudut gerbang masuk Media Park (foto Dayinta Perrier)

Yang sekarang dikenal sebagai pusat media elektronik Belanda sedianya adalah impian Emile Schuttenhelm, ketua NTS (Nederlandse Televisi Stichting atau Yayasan Televisi Belanda). Ia adalah pendiri organisasi penyiaran publik AVRO, yang hingga kini masih bertahan. Ia ingin memusatkan studio-studio radio dan televisi serta kantor-kantornya yang tadinya tercerai-berai di Hilversum dan sekitarnya. Pembangunan studio pertama, yang diberi nama studio A, dimulai pada 23 Oktober 1961 dan selesai pada 28 Desember 1962.

Setelah itu menyusul beberapa studio lain untuk radio dan televisi, kemudian disusul studio musik, perpustakaan musik, dan juga audio. Pangeran Bernhard, kakek Raja Willem Alexander, membuka secara resmi kompleks studio ini pada 2 Oktober 1967. Setelah tahap pertama ini, tiap tahun dibangun studio televisi dengan peralatan termutakhir. Menyusul pula cabang produksi dan fasilitas, kemudian dekor untuk interior studio yang dibutuhkan sebagai latar belakang untuk sandiwara serta film. Pada 1980 dibuka Pusat Film.

Hilversum menjadi kota radio karena pada 1918, perusahaan Philips membangun pabrik radio NSF (Nederlandse Seintoestellen Fabriek). Pada masa itu, pabrik hanya membuat pemancar radio untuk kebutuhan profesional Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Usai Perang Dunia II, Philips juga memproduksi radio untuk penggunaan umum. Jika ada radio maka dibutuhkan pula siaran. Maka, pada 21 Juli 1923, NSF memulai siaran perdana.

Kala itu masyarakat Belanda terpilah-pilah sesuai keyakinan atau agama mereka, dan hal ini tercermin pula dari organisasi penyiaran-penyiaran radio dan televisi yang tumbuh setelah itu. Pada 1924 didirikan organisasi penyiaran Kristen NCRV (Nederlandse Christelijke Radiovereniging); pada 1925 organisasi penyiaran buruh VARA (Vereniging van Arbeiders Radio Amateurs); pada 1926 KRO (Katholieke Radio Omroep) dan VPRO (Vrijzinnig Protestantse Radio Omroep); pada 1927 AVRO (Algemene Vereniging Radio Omroep) yang tidak berlatar belakang agama.

Organisasi-organisasi ini memiliki anggota yang membayar iuran dan mereka membuat acara-acara mereka sendiri berdasarkan latar belakang dan keyakinan publik mereka. Perkembangan media elektronik ini berdampak positif terhadap kota Hilversum. Banyak karyawan radio dan televisi ingin tinggal di Hilversum, maka pada 1954 dibangunlah daerah perumahan pertama untuk karyawan radio dan televisi.

Berangsur-angsur Hilversum meluas, demikian pula pembangunan di kompleks studio. Pada 1988, kompleks studio yang tadinya disebut Omroepkwartier ini menjadi Hilversum Media Park.

Media Park adalah taman industri ramah lingkungan. (Foto Dayinta Perrier)
Media Park adalah taman industri ramah lingkungan. (Foto Dayinta Perrier)